Alasan Toyota banderol bZ4X Rp1 miliar lebih

Jakarta (Beskem.id) – Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki beberapa alasan tersendiri mengenai harga jual dari kendaraan bZ4X yang mencapai Rp1 miliar lebih.

“Karena kita tahu, ini launching di akhir tahun ya dan ini salah satu antisipasi lonjakan harga di bulan Januari 2023 mendatang,” ungkap Anton Jimmi di sela-sela peluncuran Toyota bZ4X di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, pihaknya bisa saja memberikan harga yang kompetitif untuk kendaraan yang langsung dikirimkan dari Jepang. Meski begitu, pihaknya tidak ingin menaikkan begitu jauh ketika pergantian tahun yang sudah dipastikan akan ada kenaikan harga.

“Karena kenaikan harga itu kan ada beberapa faktor ya, dan sudah pasti awal tahun itu harga akan naik. Faktor tersebut antara lain adalah kenaikan harga material dan juga masalah lainnya,” kata Anton.

Untuk itu, pihaknya memberikan harga yang sudah sangat sesuai untuk pasar otomotif Indonesia, meski banyak pabrikan otomotif yang bermain di ranah elektrifikasi memberikan harga yang cukup kompetitif.

Alasan lainnya adalah pihaknya tidak ingin terlalu membebankan konsumen setia mereka ketika nanti pada tahun mendatang harga akan tiba-tiba naik dengan drastis jika Toyota memberikan harga awal yang cukup rendah.

“Kita bisa saja kasih harga yang kompetitif saat peluncuran, tapi tahun depan tiba-tiba harga tersebut sudah pasti akan naik tinggi dan itu yang kita cegah dari saat ini,” jelas dia.

Sebagaimana diketahui bersama, PT Toyota Astra Motor (TAM) baru saja meluncurkan kendaraan varian listrik penuh mereka di Indonesia yaitu Toyota bZ4X yang dibanderol mencapai Rp1,190 miliar untuk on the road Jakarta.

Toyota bZ4X sendiri memiliki layanan aftersales terbaru dari Toyota, yaitu T-CARE yang semakin memberikan peace of mind kepada para calon pelanggan Toyota bZ4X di Indonesia.

Baca Juga  Tokyo Motor Show ubah nama jadi Japan Mobility Show

Program T-CARE merupakan program Gratis Biaya Servis (Biaya Jasa dan Suku Cadang) hingga servis berkala ke-7 (maksimal 3 tahun / 60.000 kilometer, mana yang lebih dulu).

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website antaranews.com. Situs https://www.beskem.id adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://www.beskem.id tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

Leave a Comment